Pada malam yang gelap gulita ini,

Aku duduk pada malam yang sunyi,

Berbincang dengan diriku sendiri.

 

Pada malam yang gelap gulita ini,

Aku berupaya berimajinasi,

Melihat dunia yang lain,

Yang tak aku pahami.

Danau Kenanga Universitas Indonesia 2025 
(Foto: Dokumen Pribadi)

Dalam syair pengembara ini,

Aku menuliskan titik-titik upaya,

Dan kisah-kisah bermakna,

Dari coretan tangan seorang pengembara.

 

Syair-syair pengembara ini,

Hanyalah syair-syair sederhana,

Yang memacuku bertumbuh,

Dari aksara-aksara yang kini meredup.

 

Aku lelaki pengembara,

Pada malam yang gelap gulita ini,

Aku duduk di sini dengan diriku sendiri,

Mengamati segala peristiwa,

Yang sanggup ku hadapi hingga kini.

Aku lelaki pengembara,

Yang sungkan mengadu pada bintang,

Apalagi pada rembulan yang mati suri,

Sehingga malam yang gelap gulita ini,

Adalah sahabat terbaik bagi diriku sendiri.

 

Aku lelaki pengembara,

Pada malam yang gelap gulita ini,

Aku hanya ingin berterima kasih pada sunyi,

Dan pada suara jangkrik yang setia menemaniku,

Dalam merangkai syair-syair pengembara ini.

[Juni, 2023]